hidup dan nasib

March 26, 2008 at 2:55 am (aLLcategorie, motivation)

“Hidup dan nasib bisa tampak berantakan,misterius, fantastik dan sporadis. Namun setiap elemennya merupakan subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan, ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan. “

Diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya, dalam EDENSOR, novel ketiga Tetralogi Laskar Pelangi

Permalink Leave a Comment

We Are What We Think

March 26, 2008 at 2:54 am (Uncategorized)

Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan, kurang lebih seperti itu arti judul diatas. Setiap pikiran, baik maupun buruk akan sangat berpengaruh pada setiap jengkal kehidupan kita. Pemikiran akan memberikan energi yang dapat mempengaruhi apa yang akan kita peroleh. Seringkali di luar kesadaran kita, kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Oleh karena itu, agar kita selalu mendapat yang terbaik, berpikirlah positif. Dengan berpikiran positif kita akan berpikir untuk hal-hal yang baik dan menyenangkan, dan tentu saja semuanya akan berimbas pada setiap aspek kehidupan kita. Sebagai tambahan, “Sesungguhnya Tuhan (Allah) itu mengikuti prasangkaan hambaNya”.

Permalink Leave a Comment

Melangkahlah!!!

March 26, 2008 at 2:46 am (aLLcategorie, motivation)

Kita tidak akan berlari ribuan meter, jika kita tidak memulai langkah pertama

Kalimat singkat yang diucapkan dosenku di kelas kapita selekta, masih jelas membekas di hatiku. bukan hanya membekas bahkan sempat meraung-raung. Aku mencoba sedikit memaknai esensi dari kalimat tersebut. Aku menganalogikan pernyataan tadi pada hal kecil di sekelilingku. Contoh ringan, jika kita ingin berangkat ke kampus, tapi kita hanya berbaring di tempat tidur, tanpa sedikitpun beranjak, sampai kapanpun kita tidak akan pernah mencapai tujuan tersebut, kampus. Bahkan mungkin sampai dedengkotpun kita akan tetap di tempat tidur, tak berubah..

Begitu pula jika kita ingin mencapai suatu tujuan, mimpi, atau bahkan cita-cita tertinggi kita. namun kita hanya mampu mengucapkan kalimat tersebut tanpa ada tindakan kongkret untuk memulainya, sampai kapanpun kita takkan berubah, jalan di tempat dan mimpi-mimpi tadi hanya sebuah angan yang entah kapan akan menjadi sebuah realita, seperti pungguk merindukan bulan.

Dengan kata lain untuk mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan kecil ataupun besar kita harus memulainya, dari NOL. Keberanian untuk memulai sesuatu merupakan hal mendasar yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap individu. Hanya saja tidak semua individu mampu menggali keberanian tersebut. Kadangkala kita terbelenggu pada pikiran-pikiran kita. Bukan berarti kita bertindak tanpa pertimbangan, BUKAN. Tapi kita terlalu lama untuk mengambil keputusan. Kita terjebak pada pertimbangan yang terlalu lama dan berbelit-belit, mencari pembenaran, bukan KEBENARAN. Tanpa kita sadari orang-orang di sekeliling kita telah berlari jauh beribu meter di depan kita, meninggalkan kita yang masih berpikir kapan akan memulai untuk melangkah.

Melangkahlah!!!!! Dengan langkah terindahmu untuk menaklukan dunia.

Permalink Leave a Comment

Nasib

March 24, 2008 at 4:51 am (aLLcategorie, motivation)

nasib bukanlah tentang kesempatan, nasib adalah pilihan bagaimana kita memilih hidup dan bagaimana kita memutuskan untuk menjadi seperti apa dan bagaimana (people wannabe). nasib bukan untuk ditunggu, nasib adalah hal untuk diraih. tentukanlah nasib kita sendiri karena, karena hanya kita yang dapat meraih nasib kita. orang lain, lingkungan dan elemen-elemen lain di luar kita hanya memberi kontribusi yang sedikit dalam menentukan nasib kita. kita akan menjadi penentu nasib kita sendiri. namun perlu kita ingat segala sesuatu dalam hidup tersebut tetap dalam kendaliNya. bangkit dan berjuanglah!!!!

Permalink Leave a Comment

perjalanan

March 21, 2008 at 8:19 pm (aLLcategorie, diary)

beberapa hari yang lalu, sebenarnya sudah agak lama 17 januarry 2008, q dan temanq melakukan perjalanan yang seru, meskipun sebenarnya perjalanan itu masih di lingkup kampusq (universitas brawijaya), hanya beda fakultas. Q dan temanq mendapat amanah untuk menghubungi pemateri dalam acara diklat LKTM maba FTP, karena memang posisi kami sebagai sie acara yang bertanggung jawab untuk semua jalannya acara, termasuk menghubungi pemateri.
sebenarnya q benar-benar tidak mengetahui atau lebih tepatnya tidak mengenal pemateri yang harus q hubungi, karena ini rekomendasi dari senior yang sudah lebih banyak makan garam di dunia yang q geluti sekarang, dengan berbagai pertimbangan dan argumen ahirnya keputusanpun deal, pemateri untuk materi teknik presentasi adalah pak UNGGUL dari tehnik dan bu RETY dari kedokteran mengisi materi teknis penulisan, keputusan ini juga sudah dikonsultasikan ke pak imam, pembantu dakan tiga fakultasku. kepanitiaan acara diklat ini cukup ramping, tapi q yakin (insyaAlloh) kami mampu mengemban amanah ini, tentu saja kalau maba yang menjadi sasaran kegiatan ini turut berpartisipasi. hanya ada empat gelintir manusia di bagian acara, karena ada dua pemateri yang harus kami hubungi maka kamipun bagi job, menjadi dua pasang. aku dapat kebebasan memilih siapa yang harus kuhubungi, sebenarnya sama saja siapa nantinya yang akan q hubungi toh dua-duanya sam-sama ga’ kenal.
aku memilih untuk menghubungi pak Unggul dari Tehnik, tanya kenapa???? karena aku pikir lokasi fakultas tehnik lebih dekat dengan basecampq bila dibanding dengan lokasi kedokteran.

Ekspedisipun dimulai…………

q mendapat contact person (Cp) pak Unggul dan membuat janji untuk bertemu dengan beliau, hanya dengan sms, (kali ini aku benar-benar bersyukur  karena aku hidup di era ini, kecanggihan teknologi mempermudah segalanya).
karena kesepakatannya beliau bisa ditemui pukul 9 pagi, aku dan temanku memulai perjalanan kami pada pukul 8.30, kan malu kalau sampai telat.
gedung demi gedung kami lalui, berawal dari fakultasku (FTP), melewati widyaloka, RKB, dan memasuki area tehnik. tadinya aku kira partnerq tahu lokasi dekanat FT, ternyata salah besar, kami berdua sama-sama buta mengenai gedung dekanat FT. ffiuh… perjalanan akan semakin lama. waktu semakin berjalan maju, ahirnya kami putuskan untuk bertanya pada beberapa gerombolan mahasiswa, entah mereka bagian dari mesin, sipil, elektro, atau yang lain aku tak peduli. yang aku butuhkan hanya informasi dari mereka. tapi jawaban mereka aneh, “lo ini kan tehnik mba”. dalam hati aku juga tahu kalau ini lingkungan tehnik, tapi yang kucari kan gedung dekanat. ahirnya aku harus panjang lebar menceritakan misiku. merekapun akhirnya memberi tahu keberaadaan gedung dekanat tehnik yang sedari tadi aku cari. ternyata terletak agak di pojok. sebenarnya aku sedikit menertawakan kebodohanku, satu tahun lebih aku di brawijaya tapi tidak menmgetahui posisi dekanat tehnik, he…..
aku tak peduli…. whatever

aku dan temanku melanjutkan perjalanan menuju gedung dekanat tersebut yang berdiri kokoh diantara gedung yang lain, terkesan agak tua, mungkin karena catnya yang sudah agak mengelupas.
kami mencari lokasi kubikel pak unggul. karena belum pernah sekalipun menginjak gedung ini kami agak bingung, kuputuskan untuk bertanya ke kasubbag akademik. tahu jawabannya????
kami mendapat sedikit ceramah, aku bingung, kok nanya malah diceramahi, terlintas di pikaranku untuk berontak, tapi tak mungkin, wajah orang yang menceramahiku agak angker, aku tak mau membuat masalah. aku menyimpulkan sendiri pasti mereka mengira kami mahasiswa tehnik, jadi mereka geram, masa tidak mengetahui lokasi kubikel para pembantu dekannya. akupun bersuara “maaf pak, kami bukan mahasiswa Ft, jadi kami tidak tahu dimana lokasi gedung dekanat FT.”
aneh, wajah orang tadi berangsur-angsur ceria, dan menjadi sangat ramah. bahkan beliau bersedia mengantarkan kami ke tempat pak unggul. syukurlah…
kami menuggu agak lama, karena masih ada banyak tamu di ruang pak unggul, tak apa bukanlah salah satu rutinitas mahasiswa adalah menunggu dosen, he…

tahu pelajaran yang aku ambil dari perjalanan ini????!!!!

Permalink Leave a Comment

Next page »