Melangkahlah!!!

March 26, 2008 at 2:46 am (aLLcategorie, motivation)

Kita tidak akan berlari ribuan meter, jika kita tidak memulai langkah pertama

Kalimat singkat yang diucapkan dosenku di kelas kapita selekta, masih jelas membekas di hatiku. bukan hanya membekas bahkan sempat meraung-raung. Aku mencoba sedikit memaknai esensi dari kalimat tersebut. Aku menganalogikan pernyataan tadi pada hal kecil di sekelilingku. Contoh ringan, jika kita ingin berangkat ke kampus, tapi kita hanya berbaring di tempat tidur, tanpa sedikitpun beranjak, sampai kapanpun kita tidak akan pernah mencapai tujuan tersebut, kampus. Bahkan mungkin sampai dedengkotpun kita akan tetap di tempat tidur, tak berubah..

Begitu pula jika kita ingin mencapai suatu tujuan, mimpi, atau bahkan cita-cita tertinggi kita. namun kita hanya mampu mengucapkan kalimat tersebut tanpa ada tindakan kongkret untuk memulainya, sampai kapanpun kita takkan berubah, jalan di tempat dan mimpi-mimpi tadi hanya sebuah angan yang entah kapan akan menjadi sebuah realita, seperti pungguk merindukan bulan.

Dengan kata lain untuk mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan kecil ataupun besar kita harus memulainya, dari NOL. Keberanian untuk memulai sesuatu merupakan hal mendasar yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap individu. Hanya saja tidak semua individu mampu menggali keberanian tersebut. Kadangkala kita terbelenggu pada pikiran-pikiran kita. Bukan berarti kita bertindak tanpa pertimbangan, BUKAN. Tapi kita terlalu lama untuk mengambil keputusan. Kita terjebak pada pertimbangan yang terlalu lama dan berbelit-belit, mencari pembenaran, bukan KEBENARAN. Tanpa kita sadari orang-orang di sekeliling kita telah berlari jauh beribu meter di depan kita, meninggalkan kita yang masih berpikir kapan akan memulai untuk melangkah.

Melangkahlah!!!!! Dengan langkah terindahmu untuk menaklukan dunia.

Permalink Leave a Comment

Nasib

March 24, 2008 at 4:51 am (aLLcategorie, motivation)

nasib bukanlah tentang kesempatan, nasib adalah pilihan bagaimana kita memilih hidup dan bagaimana kita memutuskan untuk menjadi seperti apa dan bagaimana (people wannabe). nasib bukan untuk ditunggu, nasib adalah hal untuk diraih. tentukanlah nasib kita sendiri karena, karena hanya kita yang dapat meraih nasib kita. orang lain, lingkungan dan elemen-elemen lain di luar kita hanya memberi kontribusi yang sedikit dalam menentukan nasib kita. kita akan menjadi penentu nasib kita sendiri. namun perlu kita ingat segala sesuatu dalam hidup tersebut tetap dalam kendaliNya. bangkit dan berjuanglah!!!!

Permalink Leave a Comment

perjalanan

March 21, 2008 at 8:19 pm (aLLcategorie, diary)

beberapa hari yang lalu, sebenarnya sudah agak lama 17 januarry 2008, q dan temanq melakukan perjalanan yang seru, meskipun sebenarnya perjalanan itu masih di lingkup kampusq (universitas brawijaya), hanya beda fakultas. Q dan temanq mendapat amanah untuk menghubungi pemateri dalam acara diklat LKTM maba FTP, karena memang posisi kami sebagai sie acara yang bertanggung jawab untuk semua jalannya acara, termasuk menghubungi pemateri.
sebenarnya q benar-benar tidak mengetahui atau lebih tepatnya tidak mengenal pemateri yang harus q hubungi, karena ini rekomendasi dari senior yang sudah lebih banyak makan garam di dunia yang q geluti sekarang, dengan berbagai pertimbangan dan argumen ahirnya keputusanpun deal, pemateri untuk materi teknik presentasi adalah pak UNGGUL dari tehnik dan bu RETY dari kedokteran mengisi materi teknis penulisan, keputusan ini juga sudah dikonsultasikan ke pak imam, pembantu dakan tiga fakultasku. kepanitiaan acara diklat ini cukup ramping, tapi q yakin (insyaAlloh) kami mampu mengemban amanah ini, tentu saja kalau maba yang menjadi sasaran kegiatan ini turut berpartisipasi. hanya ada empat gelintir manusia di bagian acara, karena ada dua pemateri yang harus kami hubungi maka kamipun bagi job, menjadi dua pasang. aku dapat kebebasan memilih siapa yang harus kuhubungi, sebenarnya sama saja siapa nantinya yang akan q hubungi toh dua-duanya sam-sama ga’ kenal.
aku memilih untuk menghubungi pak Unggul dari Tehnik, tanya kenapa???? karena aku pikir lokasi fakultas tehnik lebih dekat dengan basecampq bila dibanding dengan lokasi kedokteran.

Ekspedisipun dimulai…………

q mendapat contact person (Cp) pak Unggul dan membuat janji untuk bertemu dengan beliau, hanya dengan sms, (kali ini aku benar-benar bersyukur  karena aku hidup di era ini, kecanggihan teknologi mempermudah segalanya).
karena kesepakatannya beliau bisa ditemui pukul 9 pagi, aku dan temanku memulai perjalanan kami pada pukul 8.30, kan malu kalau sampai telat.
gedung demi gedung kami lalui, berawal dari fakultasku (FTP), melewati widyaloka, RKB, dan memasuki area tehnik. tadinya aku kira partnerq tahu lokasi dekanat FT, ternyata salah besar, kami berdua sama-sama buta mengenai gedung dekanat FT. ffiuh… perjalanan akan semakin lama. waktu semakin berjalan maju, ahirnya kami putuskan untuk bertanya pada beberapa gerombolan mahasiswa, entah mereka bagian dari mesin, sipil, elektro, atau yang lain aku tak peduli. yang aku butuhkan hanya informasi dari mereka. tapi jawaban mereka aneh, “lo ini kan tehnik mba”. dalam hati aku juga tahu kalau ini lingkungan tehnik, tapi yang kucari kan gedung dekanat. ahirnya aku harus panjang lebar menceritakan misiku. merekapun akhirnya memberi tahu keberaadaan gedung dekanat tehnik yang sedari tadi aku cari. ternyata terletak agak di pojok. sebenarnya aku sedikit menertawakan kebodohanku, satu tahun lebih aku di brawijaya tapi tidak menmgetahui posisi dekanat tehnik, he…..
aku tak peduli…. whatever

aku dan temanku melanjutkan perjalanan menuju gedung dekanat tersebut yang berdiri kokoh diantara gedung yang lain, terkesan agak tua, mungkin karena catnya yang sudah agak mengelupas.
kami mencari lokasi kubikel pak unggul. karena belum pernah sekalipun menginjak gedung ini kami agak bingung, kuputuskan untuk bertanya ke kasubbag akademik. tahu jawabannya????
kami mendapat sedikit ceramah, aku bingung, kok nanya malah diceramahi, terlintas di pikaranku untuk berontak, tapi tak mungkin, wajah orang yang menceramahiku agak angker, aku tak mau membuat masalah. aku menyimpulkan sendiri pasti mereka mengira kami mahasiswa tehnik, jadi mereka geram, masa tidak mengetahui lokasi kubikel para pembantu dekannya. akupun bersuara “maaf pak, kami bukan mahasiswa Ft, jadi kami tidak tahu dimana lokasi gedung dekanat FT.”
aneh, wajah orang tadi berangsur-angsur ceria, dan menjadi sangat ramah. bahkan beliau bersedia mengantarkan kami ke tempat pak unggul. syukurlah…
kami menuggu agak lama, karena masih ada banyak tamu di ruang pak unggul, tak apa bukanlah salah satu rutinitas mahasiswa adalah menunggu dosen, he…

tahu pelajaran yang aku ambil dari perjalanan ini????!!!!

Permalink Leave a Comment

shit, loneliness kill me

March 21, 2008 at 2:18 pm (diary)

once more, aku merasa kesepian….
memang liburan kali ini cukup panjang bagi yang berdomisili di Malang dan sekitarnya. empat hari…. dimulai dari kamis hingga minggu. tanggal merah yang menyebalkan. masalahnya tidak ada kegiatan yang harus aku kerjakan. semuanya sudah selesai. buku-buku di kamarkupun sudah habis kulahap, cie…. cucian dan setrikaan sudah rapi di lemari. tugas2 kuliah hanya butuh untuk dijilid dan diserahkan ke dosen, bahkan ga’ da rapat ukm yang harus diselesaikan.
aku terpekur sendiri di balkon kosku, mengamati setiap kendaraan yang lalu lalang di jalan. kebetulan kosku tepat di depan jalan raya. kosku hanya dihuni oleh tujuh ekor manusia, dan hanya aku yang tersisa di kos ini. sebenarnya rumahku tidak terlalu jauh, aku bukan orang luar jawa. kota batik, pekalongan merupakan kotaku yang akan selalu kurindukan, tapi empat hari, pulang????
terlalu singkat. tadinya aku berniat main ke rumah temen di turen, kabupaten malang. tapi semuanya gagal, karena terlalu banyak pertimbangan. tak kusangka malam ini aku benar-benar kesepian. shit, loneliness kill me!!!
aku bukan orang yang mencintai sepi, meski kadang sesekali aku membutuhkannya, namun tidak kali ini. aku membutuhkan teman sekarang….
teman-teman kuliahku juga banyak yang pulang.
kulirik ponselku berulang-ulang, berharap ada sms atau telepon yang dapat mengusik kesepianku, tapi nihil, hiks…
hhhh….. aku menarik nafas panjang. aku tersenyum, kuamati lagi kendaraan di bawah kosku. bunga-bunga yang baru beberapa hari ini aku tanam dan kupajang di balkon kos seolah menertawakan aku. bau kebab dan tela-tela dari arah bawah menusuk indera penciumku, mengoyak perutku yang sedari pagi belum kemasukan nasi.
sebenarnya bukan kali ini saja aku mengalami hal serupa, bahkan pernah lebih tragis, 1 minggu sendirian di kos, hanya ditemani bising kendaraaan di jalan raya dan winamp yang menghentak. sekarang pelampiasanku hanya satu, warnet. karena di warnet aku bisa menjelajah dunia, hinggap di manapun aku menginginkannya.

Permalink Leave a Comment

Andrea hirata’s coming

March 20, 2008 at 6:42 pm (aLLcategorie)

Bertempat di gedung ppi universitas brawijaya malang, 19 Maret 2008 acara ngobrol asyik bersama andrea hirata, mba ratna dan arswendo yang diselenggarakan oleh mahasiswa program bastra unibraw dan “sampoerna untuk indonesia” berlangsung cukup meriah. sayangnya kapasitas ruang yang sedikit menyebabkan banyak peserta yang tidak dapat masuk, over load. namun hal ini sudah diantisipasi oleh pihak penyelenggara yang telah menyediakan tempat cadangan untuk para “waiting list”. meskipun tidak dapat melihat langsung jalannya acara, peserta waiting list tersebut tetap antusias. acara berjalan dengan sistem diskusi panel, panelis pertama adalah arswendo kemudian mba’ ratna dan disusul oleh “bang ikal”, tokoh yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta. bahkan ada salah satu peserta yang sengaja datang dari surabaya hanya untuk bertemu langsung dengan bang ikal. sebenarnya acara serupa juga telah digelar di surabaya, namun tanpa menghadirkan andrea hirata, the rising star.
acara dimulai kurang lebih pukul 10 dan berahir pukul 13.30 dengan acara foto-foto bersama dan permintaan tanda tangan. banyak peserta yang masih belum puas ketika acara harus selesai, dibuktikan dengan banyaknya gerutuan para peserta saat acara “ngobrol” tersebut harus berahir.

Permalink 1 Comment

« Previous page · Next page »